Pejabat OPD Tulungagung Diperiksa Maraton oleh KPK Pasca OTT Bupati Gatut Sunu
KPK periksa maraton 11 pejabat OPD Tulungagung usai OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo. --
radarpena.co.id - Situasi di Kabupaten Tulungagung mendadak tegang. Setelah kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Bupati Gatut Sunu Wibowo mencuat, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat.
Sejak Jumat, 10 April 2026 malam, sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tulungagung.
Langkah cepat ini menyusul pernyataan resmi dari Jakarta. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, sudah mengonfirmasi kebenaran penangkapan Bupati Tulungagung tersebut.
Informasi dari internal kepolisian pun memperkuat kabar bahwa tim antirasuah memang sudah aktif memantau wilayah ini sejak Jumat siang.
"Iya, (saat ini) ada aktivitas KPK di Tulungagung," ungkap sumber internal kepolisian yang membenarkan kegiatan OTT tersebut.
11 Pejabat dan Ajudan Masuk Ruang Pemeriksaan
Hingga saat ini, Bupati Gatut Sunu Wibowo kabarnya sudah dibawa menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Sementara itu, suasana di Mapolres Tulungagung tampak sibuk dengan kehadiran belasan pejabat teras pemerintah kabupaten.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, setidaknya ada 11 pejabat OPD beserta satu ajudan bupati yang terlihat memasuki kompleks Mapolres. Mereka menjalani pemeriksaan maraton di lantai 2 gedung tersebut. Berikut adalah daftar pejabat yang hadir untuk memberikan keterangan:
-
Soeroto (Penjabat Sekda Tulungagung)
-
Agus Prijanto Utama (Kepala Bakesbangpol Linmas)
-
Hartono (Kasat Pol PP)
-
M. Makrus Mannan (Kabag Kesra)
-
Yulius Isworo (Kabag Umum)
-
Dwi Yoga (Ajudan Bupati Tulungagung)
-
Arif Effendi (Kabag Pemerintahan)
-
Dwi Hari (Kepala BPKAD)
-
Erwin Novinato (Kepala Dinas PU)
-
Suyanto (Kepala Dinas Pertanian)
-
Aris Wahyudiono (Kabag Prokopim)
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kegiatan pemeriksaan ini tampaknya akan memakan waktu cukup lama. Hingga berita ini kami turunkan, belum ada tanda-tanda para pejabat tersebut keluar dari ruang penyidikan. KPK terus menggali informasi lebih dalam untuk melengkapi berkas perkara terkait operasi senyap ini.
Bagi masyarakat Tulungagung, peristiwa ini tentu menjadi kabar mengejutkan di tengah upaya pembangunan daerah. Kita tunggu bersama bagaimana perkembangan status hukum selanjutnya dari lembaga antirasuah ini dalam 1 x 24 jam ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara