Daftar Negara yang Tak Rayakan Tahun Baru 1 Januari
Pesta kembang api Tahun Baru--
Tak heran, 31 Desember dan 1 Januari nyaris tak terasa istimewa bagi sebagian besar warga Ethiopia.
Iran: Nowruz dan Semangat Musim Semi
Bagi masyarakat Iran, Tahun Baru dikenal sebagai Nowruz—tradisi kuno yang telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun.
Nowruz jatuh saat titik balik musim semi (equinox), biasanya pada Maret. Keluarga menyiapkan meja Haft-sin yang berisi tujuh simbol kehidupan dan harapan baru. Rumah dibersihkan sebagai lambang penyucian diri, sementara perayaan berlangsung hingga 13 hari.
Puncaknya ditutup dengan tradisi piknik bersama di alam terbuka pada hari Sizdah Bedar.
BACA JUGA:Pimpin Doa Akhir Tahun dari Aceh, Dirut BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan
Arab Saudi: Mengikuti Kalender Hijriah
Arab Saudi menggunakan kalender Hijriah sebagai acuan resmi negara. Tahun Baru Islam jatuh pada 1 Muharram.
Bagi sebagian besar masyarakat, perayaan Tahun Baru Masehi tidak memiliki makna religius. Karena itu, 1 Januari umumnya dilewati tanpa perayaan khusus, berbeda dengan momen-momen penting dalam kalender Islam.
Brunei Darussalam: Tidak Dirayakan di Ruang Publik
Brunei Darussalam juga tidak merayakan Tahun Baru 1 Januari secara terbuka. Sejak 2014, pemerintah melarang perayaan Natal dan Tahun Baru di ruang publik.
Dekorasi pesta, atribut perayaan, hingga acara umum dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam yang dianut negara tersebut.
BACA JUGA:Kemenkum: Putar Lagu Rohani Wajib Bayar Royalti, Tak Ada Pengecualian!
Perbedaan cara menyambut Tahun Baru menunjukkan satu hal penting: pergantian tahun bukan semata soal tanggal. Bagi banyak bangsa, Tahun Baru adalah soal makna, tradisi, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: