Kontroversi Film Pengkhianatan G30S/PKI: Sejarah, Propaganda, dan Ingatan Kolektif

Kontroversi Film Pengkhianatan G30S/PKI: Sejarah, Propaganda, dan Ingatan Kolektif

Film G30S/PKI-Vidio-

Kontroversi semakin menguat setelah reformasi 1998. Pemerintah tidak lagi mewajibkan pemutaran film ini, dan ruang diskusi sejarah semakin terbuka.

Banyak sejarawan muda, penulis, hingga aktivis HAM mulai meneliti ulang peristiwa G30S dengan perspektif baru. Film ini pun dipertanyakan kembali, apakah ia sebuah karya seni, dokumen sejarah, atau sekadar alat politik?

Kini, lebih dari tiga dekade sejak dirilis, film Pengkhianatan G30S/PKI masih menyisakan perdebatan.

BACA JUGA:7 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton My Oxford Year di Netflix, Lebih dari Sekadar Film Romantis!

BACA JUGA:Sinopsis Film Pretty Crazy, Romansa Kocak YoonA dan Ahn Bo Hyun yang Penuh Misteri Tiap Dini Hari

Ada yang ingin film itu diputar ulang demi menjaga ingatan sejarah, ada pula yang menolak karena menilai ia tidak lagi relevan di era keterbukaan informasi.

Yang jelas, film ini sudah menjadi bagian dari perjalanan sejarah budaya populer Indonesia, sebuah karya yang tak bisa dilepaskan dari konteks zamannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait