Jangan Sesekali Panggil Nama Seseorang dengan Teriak Selepas Maghrib, Ada yang Menjawab, Tapi Bukan Dia!

Jangan Sesekali Panggil Nama Seseorang dengan Teriak Selepas Maghrib, Ada yang Menjawab, Tapi Bukan Dia!

Ada mitos tentang pantangan jangan memanggil nama seseorang dengan kencang selepas magrib, karena mungkin yang menjawab adalah makhluk halus.-Ilustrasi-Depositphotos

Lita menjerit, mundur terhuyung-huyung, lalu lari tanpa menoleh lagi.

Keesokan harinya, Rani cerita bahwa malam itu rumahnya terasa berat dan dingin. Ibunya pun bilang,

"Jangan pernah panggil orang dari luar rumah selepas maghrib. Kadang, bukan orangnya yang datang."

BACA JUGA:TEROR HOROR JIN TOMANG: Kisah Nyata yang Masih Membekas Hingga Kini, Urban Legend Jakarta!

Jangan Memanggil Nama Selepas Magrib, Mitos atau Fakta?

Secara ilmiah, fenomena ini bisa dikaitkan dengan pareidolia, yaitu kondisi saat otak manusia salah menafsirkan stimulus samar sebagai sesuatu yang dikenal, seperti suara atau bayangan manusia. 

Terlebih jika lingkungan sedang gelap, sunyi, dan pikiran kita sudah dipenuhi sugesti mistis.

Selain itu, saat kita memanggil nama seseorang dengan keras di malam hari, hal ini bisa memicu rasa takut dan waspada. 

Otak dalam kondisi cemas bisa "memainkan ilusi" yang terasa nyata. Tapi, apakah ini menjelaskan semua pengalaman aneh yang terjadi? Tidak selalu.

Sementara itu, dalam pandangan spiritual Jawa dan kepercayaan lokal lainnya, setiap tempat memiliki penunggunya. 

Memanggil nama seseorang dengan keras saat maghrib atau malam hari dianggap sebagai panggilan terbuka, dan makhluk halus yang sedang "berkeliaran" bisa saja iseng menjawab atau bahkan menampakkan diri.

Beberapa kepercayaan juga meyakini bahwa roh penasaran (arwah gentayangan) suka dengan suara manusia, terutama suara yang menyebut nama karena nama dipercaya mengandung energi identitas. 

Jika dipanggil tanpa arah yang jelas, roh tersebut bisa merasa "dipanggil" dan datang merespons.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: