Viral Fenomena Video Basah-basahan Murid SMA di TikTok: Kreativitas, Etika, dan Pengawasan Digital

Viral Fenomena Video Basah-basahan Murid SMA di TikTok: Kreativitas, Etika, dan Pengawasan Digital

Video fenomena basah-basahan murid SMA--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Dalam era media sosial, terutama platform seperti TikTok, ekspresi diri generasi muda semakin terbuka.

Belum lama ini, publik dikejutkan oleh beredarnya video sejumlah siswa SMA yang melakukan aksi basah-basahan dan mempostingnya ke TikTok.

Meski sebagian menyebut video itu sebagai bagian dari perayaan kelulusan atau momen seru-seruan, tidak sedikit yang mempertanyakan batas norma dan etika yang dilanggar.

 

1. Tradisi vs Eksposur Digital

Aksi siram-siraman air, coret-coret seragam, hingga berlarian di halaman sekolah memang bukan hal baru dalam tradisi perpisahan siswa. Namun, perbedaannya kini terletak pada eksposur publik. Dulu hanya dinikmati oleh teman seangkatan, kini bisa viral, dilihat bahkan oleh jutaan orang, termasuk pihak luar sekolah.

2. Norma Kesopanan dan Citra Sekolah

Masalah muncul ketika aksi tersebut menampilkan pakaian yang tampak transparan akibat basah, sikap yang dianggap tidak pantas, atau dilakukan di lingkungan sekolah dengan atribut seragam. Hal ini bisa mencoreng nama baik institusi pendidikan, serta memunculkan persepsi negatif dari masyarakat.

BACA JUGA:Viral, Link Nonton Video Natasya Aca Tiktoker Ngeskuy Sama Pacar tersebar di Medsos

BACA JUGA:Viral, Video Skandal Its Anggi Tiktok Sama Ayang, Full Durasi 2 Menit 47 Detik

3. Peran Sekolah dan Orang Tua

Pihak sekolah sebaiknya tidak hanya memberi sanksi, tapi juga mengedukasi siswa tentang etika bermedia sosial, hak privasi, serta potensi risiko dari konten yang diunggah. Orang tua pun perlu turut terlibat, bukan sekadar melarang, tetapi membuka ruang diskusi sehat tentang batas-batas yang harus dijaga.

4. Kreatif, Tapi Tetap Bijak

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait