100 Kontainer Durian Thailand Ditolak karena Mengandung Pewarna Kimia
100 kontainer durian Thailand ditolak China karena pakai pewarna--
Pemeriksaan mendadak yang dilakukan China terhadap durian dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang menunda pengiriman hingga 9 hari, sehingga menyebabkan kemacetan di pelabuhan dan pos pemeriksaan.
Yang menambah kekacauan adalah dengan lebih dari 50% pengiriman kini menjalani pengujian, simpanan tersebut mengancam kelangsungan ekspor di masa depan.
Jelas, peraturan ini menjadi perhatian pemerintah Thailand. Pasalnya, insiden ini turut mempengaruhi harga durian Thailand di pasaran.
Di pasar domestik harganya anjlok, dari yang semula sekitar Rp 115.000 per kg menjadi Rp 52.000 per kg.
BACA JUGA:4 Fakta soal HMPV, Virus Baru di China, Kelanjutan COVID-19?
Menanggapi krisis ini, Thailand's Fruit Board telah mengamanatkan 100% terhadap seluruh ekspor durian. Laboratorium terakreditasi, seperti AMARC, telah mulai menawarkan pengujian BY2 dengan biaya Rp 1,4 juta per sampel.
Hasilnya dapat diperoleh dalam tiga hari. Kementerian Pertanian juga telah mengirimkan pejabat untuk memeriksa fasilitas pengepakan untuk memenuhi standar kualitas.
Menteri Pertanian Narumon Pinyosinwat mengumumkan pedoman yang lebih ketat, termasuk mencabut izin ekspor untuk fasilitas yang menggunakan zat terlarang.
Hal tersebut dilakukan pemerintah setempat guna membangun kembali kepercayaan konsumen terhadap durian Thailand. Karenanya pemerintah menjalani langkah-langkah jaminan kualitas.
Pemerintah Thailand dijadwalkan untuk bekerja sama dengan otoritas China pada tanggal 5-7 Februari 2025, untuk mengatasi krisis ini dan menegosiasikan protokol perdagangan yang lebih lancar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: